Showing posts with label Al-Qur'an | As-Sunnah. Show all posts
Showing posts with label Al-Qur'an | As-Sunnah. Show all posts

Thursday, June 25, 2015

Hukum Ikhfa' Syafawi

Ikhfa Syafawi adalah hukum tajwid yang berlaku apabila huruf Mim Sukun مْ ) bertemu dengan huruf Ba ( ب ) .
  • Ikhfa’ artinya menyamarkan atau menyembunyikan
  • Syafawi artinya bibir
Dinamakan Ikhfa Syafawi karena makhraj dari huruf Mim dan Ba merupakan pertemuan antara bibir atas dan bibir bawah.
Berbeda dengan hukum Iqlab, Idgham Bighunnah, atau Ghunnah Musyaddadah pada huruf Mim – di dalam Al-Quran – untuk hukum Ikhfa Syafawi tidak diberi tanda tasydid atau apapun, sama seperti hukum Ikhfa Haqiqi.  Namun, hukum Ikhfa Syafawi tetap harus dibaca dengung 1 1/2 alif atau sekitar 2 – 3 harakat, karena apabila hukum Ikhfa Syafawi tidak didengungkan, maka akan berubah menjadi hukum Izhar.
Cara membaca Ikhfa Syafawi adalah dengan membaca terlebih dahulu HURUF SEBELUM MIM SUKUN, kemudian masuk ke huruf Mim Sukun dengan mengeluarkan irama dengung ikhfa Syafawi (menahan huruf mim samar-samar); “immng.. / ummmng.. / ammmng ” sehingga pada saat akan bertemu dengan huruf ب bibir atas dan bawah dalam posisi tertutup.



Contoh Hukum Ikhfa Syafawi di dalam Al-Quran :


 sumber : http://www.ilmutajwid.com/hukum-ikhfa-syafawi/

Hukum Idghom Mitslain

Idgham Mitslain atau sering disebut dengan Idgham Mimi adalah hukum tajwid yang berlaku untuk huruf Mim Sukun ( مْ ) bertemu dengan huruf Mim Berharakat ( مَ , مِ , مُ ) . Dinamakan Mitslain karena terjadinya pertemuan dua huruf yang makhraj dan sifatnya sama persis (identik), tapi “dikhususkan” hanya untuk huruf Mim Sukun bertemu Mim Berharakat.  Selain dari huruf Mim tersebut, maka yang berlaku untuk pertemuan 2 huruf yang sama (Sukun dan Berharakat) adalah Hukum Idgham Mutamasilain dan Hukum Mad Tamkin.

Dinamakan Idgham karena cara membacanya adalah dengan meleburkan satu huruf ke dalam huruf setelahnya, atau bahasa lainnya di-tasydid-kan.
Hukum Idgham Mitslain dibaca dengung (makhraj huruf mim-nya mengalun dan jelas) sekitar 1 Alif hingga 1 1/2 alif atau sekitar 2 – 3 harakat.

Di dalam Al-Quran Idgham Mitslain sudah diberi tanda tasydid. Tasydid Idgham Mitslain adalah Tasydid Hukum, yaitu tanda tasydid yang diberikan karena terjadinya hukum pertemuan atau peleburan.


Contoh Idgham Mitslain di dalam Al-Quran

 sumber : http://www.ilmutajwid.com/hukum-idgham-mitslain-idgham-mimi/

Hukum Idzhar Syafawi

Hukum Izhar Syafawi adalah hukum tajwid yang berlaku apabila huruf Mim Sukun ( مْ ) bertemu dengan semua huruf hijaiyah, kecuali huruf Mim dan Ba.
  • Izhar artinya jelas/ terang atau tidak berdengung
  • Syafawi artinya bibir; karena huruf Mim makhrajnya adalah pertemuan bibir bagian atas dan bibir bagian bawah.

Di dalam istilah ilmu tajwid, Izhar Syafawi adalah melafalkan huruf-huruf yang bertemu dengan Mim Sukun secara jelas dan terang, tanpa disertai dengung (ghunnah). Dan Izhar Syafawi dapat terjadi di dalam satu kata/kalimat, maupun di luar kata/kalimat yang terpisah.

Kunci mengingat huruf-huruf pada Hukum Izhar Syafawi adalah cukup mengetahui hukum Ikhfa Syafawi dan Idgham Mitslain.


Contoh Hukum Izhar Syafawi di dalam Al-Quran

sumber : http://www.ilmutajwid.com/hukum-izhar-syafawi/#more-994

Hukum Idzhar Wajib

Hukum Idzhar Wajib atau disebut juga Izhar Mutlaq adalah salah satu cabang dari Hukum Izhar, cara membacanya jelas/terang dan tidak berdengung.

Sebelumnya di Hukum Idgham Bighunnah telah dijelaskan sedikit tentang Izhar Wajib, yaitu apabila Nun Sukun ( نْ ) bertemu dengan huruf ( ي ـ و ـ ن ـ م ) dalam keadaan SAMBUNG atau  DALAM SATU KATA/KALIMAT.

Perlu digarisbawahi, bahwa bacaan Hukum Izhar Wajib terletak di beberapa surah di dalam Al-Quran, di antaranya ada beberapa di surah Al-Baqarah dan surah Ali Imran.
Huruf yang sering bertemu dalam satu kata/kalimat (dalam keadaan sambung) adalah Nun Sukun dengan huruf Waw dan Ya.
نْوَ- نْيَ
Dan tidak akan terjadi huruf Nun dan Mim bertemu dengan Nun Sukun dalam keadaan satu kata/kalimat atau dalam keadaan sambung : نْمَ – نْنَ
Ada 4 kata Hukum Izhar Wajib di dalam Al-Quran, yaitu:
  1. Dunya,
  2. Shinwanun,
  3. Bunyanun,
  4. dan Qinwanun.
Di dalam Al-Quran, ciri-cirinya tidak terdapat tanda tasydid di atas huruf Waw dan Ya apabila bertemu dengan Nun Sukun.

KATA KUNCI
  • Jika Nun Sukun terpisah dengan huruf Waw atau Ya ( ي ـ و ), maka yang berlaku hukum Idgham Bighunnah, harus dibaca dengung.
  • Jika huruf Nun Sukun menyambung atau dalam salah satu kata dengan huruf Waw atau Ya ( ي ـ و ), maka yang berlaku adalah hukum Izhar Wajib, yaitu dibaca jelas dan tidak berdengung

Contoh Ayat yang mengandung hukum Izhar Wajib (Mutlaq):



sumber : http://www.ilmutajwid.com/hukum-izhar-wajib-mutlaq/

Hukum Idzhar Halqi

Idzhar Halqi adalah salah satu cabang dari Hukum Izhar yang ada di dalam Ilmu Tajwid. Izhar artinya jelas atau terang. Dinamakan Izhar Halqi karena makhraj dari huruf-hurufnya keluar dari tenggorakan (halq).

Hukum Izhar Halqi berlaku apabila Nun Sukun ( نْ ) atau  tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) bertemu dengan huruf Alif, ‘Ain, Ghain, Ha, Kha, Ha’ا – ع – غ – ح – خ – ﮬ )  dan Hamzah  ( ء ) , namun نْ  atau   ــًــ, ــٍــ, ــٌــ  jarang bertemu dengan huruf Hamzah ( ء ), akan tetapi huruf Hamzah tetap salah satu huruf Izhar Halqi.
Cara membaca Izhar Halqi  harus  jelas/terang, dan tidak berdengung.


Contoh  Hukum Izhar Halqi :

sumber : http://www.ilmutajwid.com/hukum-izhar-halqi/

Hukum Iqlab

Iqlab adalah salah satu hukum tajwid yang berlaku apabila huruf Nun Sukun ( نْ ) atau  tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) bertemu dengan huruf Ba ( ب ) . Menurut bahasa, Iqlab artinya mengubah atau menggantikan sesuatu dari bentuknya.
Cara membacanya adalah dengan menggantikan huruf  نْ atau  ــًــ, ــٍــ, ــٌــ menjadi suara huruf  mim sukun  (  مْ ) sehingga pada saat akan bertemu dengan huruf ب bibir atas dan bawah dalam posisi tertutup, diiringi dengan suara dengung sekitar 2 harakat.
Hukum Iqlab di dalam Al-Quran, sudah ditandai dengan huruf mim kecil ( م – dan diletakkan di atas – antara نْ atau  ــًــ, ــٍــ, ــٌــ  dengan huruf ب .

Contoh Hukum Iqlab :


sumber : http://www.ilmutajwid.com/hukum-iqlab/

Hukum Idghom Bilaghunnah

Hukum Idgham Bilaghunnah adalah hukum tajwid yang berlaku apabila Nun Sukun ( نْ ) atau  tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) bertemu dengan huruf lam ( ل ) atau Roر ), tanpa menggunakan suara dengung
  • Bila artinya tidak.
  • Ghunnah artinya  dengung.
  • Sementara Idgham artinya meleburkan satu huruf ke dalam huruf setelahnya, atau bahasa lainnya di-tasydid-kan.
Cara membacanya adalah dengan meleburkan نْ atau  ــًــ, ــٍــ, ــٌــ menjadi suara huruf ل atau ر, atau lafaz kedua huruf tersebut seolah diberi tanda tasydid,  tanpa dikuti suara dengung (ghunnah).
Dengan adanya perbedaan dengung ini, dapat dikatakan bahwa Idgham Bilaghunnah adalah kebalikan dari Idgham Bighunnah.

Mengenai tanda baca Tasydid yang dimaksud di dalam hukum Idgham Bilaghunnah adalah TASYDID HUKUM bukan TASYDID ASLI . Sama seperti yang dijelaskan di dalam hukum  Idgham Bighunnah.

Contoh  Hukum Idgham Bilaghunnah



sumber : http://www.ilmutajwid.com/hukum-idgham-bilaghunnah/

Hukum Idghom Bighunnah (Ma'al Ghunnah)





Hukum Idgham Bighunnah atau sering disebut Idgham Ma’al Ghunnah adalah hukum tajwid yang berlaku apabila Nun Sukun ( نْ ) atau  tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) bertemu dengan huruf Mim, Nun, Waw, Ya ( ي ـ و ـ ن ـ م ), secara terpisah atau tidak dalam satu kata/kalimat. Maksud dari kata “terpisah” di sini akan dibahas di bagian bawah.

  • Bi artinya dengan.
  • Ghunnah artinya  dengung.
  • Sementara Idgham artinya meleburkan satu huruf ke dalam huruf setelahnya, atau bahasa lainnya di-tasydid-kan.
Cara membaca Idgham Bighunnah adalah dengan meleburkan نْ atau  ــًــ, ــٍــ, ــٌــ  menjadi suara huruf di depannya ي ـ و ـ ن ـ م, atau keempat huruf tersebut seolah diberi tanda tasydid, diiring dengan menggunakan suara dengung 1 Alif – 1 1/2 Alif atau sekitar 2 – 3 harakat.
Perlu digarisbawahi, tanda tasydid yang dimaksud adalah TASYDID HUKUM bukan TASYDID ASHLI.
Untuk mushaf standar Indonesia biasanya hukum Idgham Bighunnah sudah diberi tanda Tasydid. Namun, ada sebagian buku-buku doa, wirid, termasuk juga buku-buku Yaasiin, tidak memberikan tanda Tasydid Hukum tersebut. Sehingga, seringkali terjadi kesalahan dalam membaca. Di sinilah pentingnya belajar tajwid.


Contoh  Hukum Idgham Bighunnah (Ma’al ghunnah)


sumber : http://www.ilmutajwid.com/hukum-idgham-bighunnah-maal-ghunnah/

Hukum Ikhfa' Khaqiqi

Ikhfa’ secara harfiah berarti menyamarkan atau menyembunyikan.
Di dalam ilmu tajwid, Ikhfa Haqiqi adalah menyamarkan huruf Nun Sukun ( نْ ) atau  tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) ke dalam huruf sesudahnya – ada 15 huruf – yaitu:  ت – ث – د – ذ – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ف – ق – ك. Ke-15 huruf tersebut tidak bertasydid dan harus dibaca dengung (ghunnah).

Cara membacanya adalah dengan mengeluarkan suara نْ atau  ــًــ, ــٍــ, ــٌــ  dari rongga hidung sehingga terlihat samar atau menjadi suara “N” atau “NG” , kemudian disambut dengan dengung 1 – 1 1/2 Alif atau sekitar 2 – 3 harakat, setelah itu baru masuk ke huruf sesudahnya.


Misalnya:  مِنْكُمْ
Minnnn . .  kum atau Minnnngkum.
Bukan Mingkum

Kunci menghapal 15 huruf Ikhfa Haqiqi

Untuk mengingat 15 huruf Ikhfa Haqiqi kuncinya adalah cukup dengan menghapal huruf-huruf di Hukum Idgham Biggunnal (Ma’al Ghunnah), Idgham Bilaghunnah, Iqlab, dan Izhar Halqi, jika tidak ada di hukum-hukum tersebut, maka sisanya adalah hukum ikhfa Haqiqi. Silahkan lihat gambar di bawah:


sumber : http://www.ilmutajwid.com/hukum-ikhfa-haqiqi/

Pengertian dan Pengelompokan Makhorijul Huruf




Makhraj artinya tempat keluar. Makharijul Huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf pada saat dilafalkan. Pembaca Al-Quran yang baik, bukan saja harus mengetahui hukum-hukum tajwid, tetapi juga harus memperhatikan dan memahami makhraj dan sifat dari huruf-huruf yang dibacakan.
Sejumlah ulama dan ahli-ahli qiraat memiliki perbedaan dalam pengelompokan (pengklasifikasian) Makharijul Huruf, namun secara garis besar intinya adalah sama.

Terdapat 17 Makhraj yang diklasifikasikan menjadi 5 tempat, yaitu:

1. Al-Halqi / Tenggorakan (  الحلق  ) , terdapat 3 Makhraj :

  • Tenggorakan Dalam (Pangkal Tenggorakan): huruf  أ dan ه .
    • Ingat, di dalam hukum Mad Badal sudah dijelaskan bahwa huruf Hamzah ء  ) dan Alif  (  ا  ) adalah sama.  Dapat dikatakan sebagai saudara kembar yang sama dalam pengucapannya, namun berbeda fungsi dan tugasnya apabila masuk ke Hukum Mad, misalnya Hukum Mad Munfashil dan Mad Muttashil.
    • Hamzah dapat dijadikan sukun (berharakat Sukun), sementara Alif tidak ada harakat sukun. Di sini kami tulis Hamzah-Alif  (  أ  ) untuk memudahkan mengingat
  • Tenggorakan Tengah: huruf  ح , ع
  • Tenggorakan Luar  dekat pita suara: huruf   خ , غ



2. Al-Lisani / Lidah (  اللسان  ), terdapat 10 Makhraj:
  • Pangkal lidah dekat tenggorakan menyentuh sekitaran ‘anak tekak’ atau berada di atas pita suara: ق
  • Pangkal lidah menyentuh langit-langit belakang: ك
  • Lidah bagian tengah menekan langit-langit atas: ش , ج ,ي
  • Ujung lidah dirapatkan pada Gigi Geraham atas, dan Tepi Lidah (kiri dan kanan) ditekan ke Gigi Geraham: ض
  • Ujung permukaan lidah ditekan ke Gusi di atas Gigi Seri atau Gigi Atas Bagian Tengah: ل
  • Ujung lidah ditekan sedikit lebih ke atas dari makhraj Lam: ن
  • Ujung lidah dinaikkan ke langit-langit atas sedikit melengkung, sehingga terlihat lidah bagian belakang : ر
  • Ujung lidah ditekan ke Pangkal Gigi Seri bagian atas (Gigi Seri adalah Gigi Tengah):  ت , ط , د
  • Ujung lidah ditekan ke belakang Gigi Seri bagian bawah :  ص , ز ,س
  • Ujung lidah dikeluarkan sedikit dan ditekan di ujung Gigi Seri bagian atas: ذ , ث,ظ


3. Asy-Syafawi /bibir (  الشفوي  ), terdapat 2 Makhraj:

  • Bibir Bawah ditekan ke Gigi Seri bagian atas  : ف
  • Bibir Bawah dan Atas posisi tertutup atau merapat, yaitu و , م , ب
  1. Menutup bibir lebih ringan: huruf  م
  2. Menutup bibir sedikit lebih kuat: huruf  ب 
  3. Membulatkan bibir atas dan bawah :  و





4. Al-Jaufi  / Rongga Mulut (  الجوف  ), terdapat 1 Makhraj:
  • Merupakan makraj untuk huruf-huruf Mad yang dilepaskan ke dalam Rongga Mulut : ـــــــــــــَــــــــــــ ا , ـــــــــــــُـــــــــــ وْ , ـــــــــــــِـــــــــــ يْ



5. Al-Khaisyhumi / Pangkal Hidung (  الخيشوم  ), terdapat 1 Makhraj:




Dari pengelompokan Makharijul Huruf ini perlu diperhatikan bahwa terdapat beberapa huruf yang memiliki Makhraj yang sama. Namun, ketika dilapalkan – bunyi atau suara dari huruf-huruf tersebut tidaklah sama. Maka yang membedakannya terletak pada sifat huruf.
Mengenai sifat-sifat huruf tersebut Insya Allah akan dijelaskan di dalam IlmuTajwid.com.

sumber : http://www.ilmutajwid.com/pengertian-makharijul-huruf/



Saturday, February 15, 2014

Download Audio : Murottal Al-Qur'an Syaikh Abdullah Al Mathrud


Sheikh Abdullah Al Mathrud merupakan salah seorang Qari alquran terkenal di Arab, terbukti dengan seringnya beliau menjadi Qari tetap dalam sejumlah channel televisi dan radio di sana. 

Berikut ini merupakan link download 30 juz murattal Syaikh Abdullah Al Mathrud. Sudah ana sertakan 2 link yang berbeda. Silakan klik link di bawah ini untuk mendownload. Lantunan suara beliau sudah ana upload ke 4shared di sini.

Surah No.
Surah Name
Download MP3
1
Al-Fatihah
Download : [ 789.35 KB ]
2
Al-Baqarah
Download : [ 127.63 MB ]
3
Al-Imran
Download : [ 71.05 MB ]
4
An-Nisa
Download : [ 41.46 MB ]
5
Al-Ma’idah
Download : [ 59.86 MB ]
6
Al-An’am
Download : [ 33.50 MB ]
7
Al-A’raf
Download : [ 70.73 MB ]
8
Al-Anfal
Download : [ 12.59 MB ]
9
At-Taubah
Download : [ 27.19 MB ]
10
Yunus
Download : [ 18.47 MB ]
11
Hud
Download : [ 20.26 MB ]
12
Yusuf
Download : [ 30.34 MB ]
13
Ar-Ra’d
Download : [ 13.85 MB ]
14
Ibrahim
Download : [ 14.93 MB ]
15
Al-Hijr
Download : [ 11.51 MB ]
16
An-Nahl
Download : [ 37.03 MB ]
17
Al-Isra
Download : [ 29.94 MB ]
18
Al-Kahf
Download : [ 28.55 MB ]
19
Maryam
Download : [ 17.44 MB ]
20
Ta­Ha
Download : [ 24.16 MB ]
21
Al-Anbiya’
Download : [ 23.79 MB ]
22
Al-Hajj
Download : [ 24.26 MB ]
23
Al-Mu’minun
Download : [ 20.96 MB ]
67
Al-Mulk
Download : [ 6.28 MB ]
68
Al-Qalam
Download : [ 5.79 MB ]
69
Al-Haqqah
Download : [ 5.78 MB ]
70
Al-Ma’arij
Download : [ 4.09 MB ]
71
Nooh
Download : [ 4.76 MB ]
72
Al-Jinn
Download : [ 5.85 MB ]
73
Al-Muzzammil
Download : [ 3.89 MB ]
74
Al-Muddaththir
Download : [ 5.57 MB ]
75
Al-Qiyamah
Download : [ 3.84 MB ]
76
Al-Insan
Download : [ 5.46 MB ]
77
Al-Mursalat
Download : [ 4.49 MB ]
78
An-Naba’
Download : [ 4.29 MB ]
79
An-Nazi’at
Download : [ 3.93 MB ]
80
‘Abasa
Download : [ 3 MB ]
81
At-Takwir
Download : [ 2.2 MB ]
82
Al-Infitar
Download : [ 1.61 MB ]
83
Al-Mutaffifin
Download : [ 3.56 MB ]
84
Al-Inshiqaq
Download : [ 2.05 MB ]
85
Al-Buruj
Download : [ 2.1 MB ]
86
At-Tariq
Download : [ 1.26 MB ]
87
Al-A’la
Download : [ 1.41 MB ]
88
Al-Ghashiyah
Download : [ 1.88 MB ]
89
Al-Fajr
Download : [ 2.72 MB ]
90
Al-Balad
Download : [ 1.65 MB ]
91
Ash-Shams
Download : [ 1.16 MB ]
92
Al-Lail
Download : [ 1.75 MB ]
93
Ad-Duha
Download : [ 895.64 KB ]
94
Ash-Sharh
Download : [ 530.77 KB ]
95
At-Tin
Download : [ 754.74 KB ]
96
Al-’Alaq
Download : [ 1.39 MB ]
97
Al-Qadr
Download : [ 637.05 KB ]
98
Al-Baiyinah
Download : [ 1.67 MB ]
99
Az-Zalzalah
Download : [ 752.71 KB ]
100
Al-’Adiyat
Download : [ 878.13 KB ]
101
Al-Qari’ah
Download : [ 779.99 KB ]
102
At-Takathur
Download : [ 658.23 KB ]
103
Al-’Asr
Download : [ 352.4 KB ]
104
Al-Humazah
Download : [ 726.24 KB ]
105
Al-Fil
Download : [ 530.35 KB ]
106
Quraish
Download : [ 505.11 KB ]
107
Al-Ma’un
Download : [ 601.62 KB ]
108
Al-Kauthar
Download : [ 290.91 KB ]
109
Al-Kafirun
Download : [ 530.36 KB ]
110
An-Nasr
Download : [ 418.37 KB ]
111
Al-Masad
Download : [ 494.93 KB ]
112
Al-Ikhlas
Download : [ 308.42 KB ]
113
Al-Falaq
Download : [ 431.4 KB ]
114
An-Nas
Download : [ 515.69 KB ]

Download Audio : Murottal Al Qur'an Syaikh Misyari Rasyid Al Afasi


 Pengantar : Untuk memberikan kemudahan dalam pembelajaran tahfidzul Qur’an, kami sajikan serial MP3 bacaan murattal para masyayikh terkenal. Berikut ini link download mushaf murottal riwayat hafsh dari Ashim, dengan Qari Syaikh Misyari Rasyid Al Afasi  
No
Nama Surat
Arti
Download MP3
1
Al Fâtihah
( Pembukaan )
2Al Baqarah
( Sapi Betina )
3Ali Imrân
( Keluarga Imran)
4An Nisâ
( Wanita )
5Al Mâidah
( Hidangan)
6Al An’âm
( Hewan Ternak )
7Al A’râf
( Tempat Tertinggi )
8Al Anfâl
( Rampasan Perang )
9At Taubah
( Pengampunan)
10Yûnus
( Nabi Yunus)
11Hûd
( Nabi Hud )
12Yûsuf
( Nabi Yusuf )
13Ar Ra’du
( Guruh )
14Ibrâhîm
( Nabi Ibrahim )
15Al Hijr
( Daerah Hijir )
16An Nahl
( Lebah )
17Al Isrâ
( Perjalanan di Malam Hari )
18Al Kahfi
( Gua )
19Maryam
( Maryam )
20Thâhâ
( Tha Ha )
21Al Anbiyâ
( Nabi-nabi )
22Al Hajj
( Haji )
23Al Mu’minûn
( Orang-orang Beriman )
24An Nûr
( Cahaya )
25Al Furqân
( Pembeda )
26Asy Syu’arâ
( Penyair-penyair )
27An Naml
( Semut )
28Al Qashash
( Kisah-kisah)
29Al Ankabût
( Laba-laba )
30Ar Rûm
( Bangsa Rum )
31Luqmân
( Luqman )
32As Sajdah
( Sujud )
33Al Ahzâb
( Golongan Yang Bersekutu )
34Saba’
( Negeri Saba )
35Fâthir
( Pencipta )
36Yâsîn
( Yasin)
37Ash-Shâfât
( Yang Berbaris)
38Shâd
( Shad )
39Az Zumar
( Rombongan-rombongan )
40Al Ghâfir
( Pengampun)
41Fushilat
( Yang dijelaskan)
42Asy Syûrâ
( Musyawarah)
43Az Zukhruf
( Perhiasan)
44Ad Dukhân
( Kabut)
45Al Jâtsiyah
( Yang berlutut )
46Al Akhqâf
( Bukit-bukit Pasir )
47Muhammad
( Nabi Muhammad )
48Al Fath
( Kemenangan )
49Al Hujarât
( Kamar-kamar )
50Qâf
( Qaf )
51Adz Dzâriyât
( Angin yang Menerbangkan )
52Ath Thûr
( Bukit Thur )
53An Najm
( Bintang )
54Al Qomar
( Bulan)
55Ar Rahmân
( Maha Pemurah )
56Al Wâqi’ah
( Hari Kiamat )
57Al Hadîd
( Besi )
58Al Mujâdilah
( Wanita Yang mengajukan gugatan )
59Al Hasyr
( Pengusiran)
60Al Mumtahanah
( Perempuan yang diuji)
61As Shaff
( Barisan)
62Al Jumu’ah
( Hari Jum’at )
63Al Munâfiqûn
( Orang-orang Munafiq )
64At Taghâbûn
( Hari Ditampakkan)
65At Thalaq
( Talaq)
66At Tahrîm
( Mengharamkan)
67Al Mulk
( Kerajaan)
68Al Qolam
( Qalam )
69Al Hâqqah
( Hari Kiamat )
70Al Ma’ârij
( Tempat-tempat naik)
71Nûh
( Nabi Nuh)
72Al Jinn
( Jin )
73Al Muzzammil
( Orang yang berselimut )
74Al Muddatsir
( Orang yang berkemul )
75Al Qiyâmah
( Hari Kiamat)
76Al Insân
( Manusia )
77Al Mursalât
( Malaikat yang diutus )
78An Naba’
( Berita )
79An Nâzi’ât
( Malaikat yang mencabut )
80‘Abasa
( Bermuka masam)
81At Takwîr
( Menggulung )
82Al Infithâr
( Terbelah)
83Al Muthaffifiin
( Kecurangan)
84Al Insyiqâq
( Terbelah)
85Al Burûj
( Gugusan Bintang )
86Ath Thâriq
( Yang Datang di Malam Hari )
87Al A’la’
( Yang Paling Tinggi )
88Al Ghâsyiyyah
( Hari Pembalasan )
89Al Fajr
( Fajar )
90Al Balad
( Negeri )
91Asy Syams
( Matahari )
92Al Lail
( Malam )
93Adh Dhuha
( Waktu Dhuha )
94Asy Syarh
( Kelapangan )
95At Tîn
( Buah Tiin )
96Al ‘Alaq
( Segumpal Darah)
97Al Qadar
( Kemuliaan)
98Al Bayyinah
( Bukti )
99Az Zalzalah
( Kegoncangan)
100Al Adiyât
( Kuda Perang Yang Berlari Kencang)
101Al Qâri’ah
( Hari Kiamat )
102At Takâtsur
( Bermegah-megahan)
103Al ‘Ashr
( Waktu )
104Al Humazah
( Pengumpat )
105Al Fîl
( Gajah )
106Quraiys
( Suku Quraisy )
107Al Mâ’ûn
( Barang-barang Yang Berguna )
108Al Kautsar
( Nikmat yang Banyak )
109Al Kâfirûn
( Orang-orang Kafir )
110An Nashr
( Pertolongan )
111Al Masad
( Tali Sabut )
112Al Ikhlâsh
( Pemurnian Keesaan Allah )
113Al falaq
( Pembukaan )
114An Nâs
( Manusia )


Untuk download : Klik kanan pada tulisan Download, pilih : Save link As ( simpan tautan sebagai …)
Source file MP3 Al Qur’an dari Situs : www.mp3quran.net

 

Copyright @ 2013 POSITIVE THINKING.