Showing posts with label Enterpreneur. Show all posts
Showing posts with label Enterpreneur. Show all posts

Thursday, November 28, 2013

Perjuangan Hidup : Kuliah sambil Memulung

Pemulung


Punya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.
Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.
Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung ?
Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami sekeluarga menjadi pemulung.
Sekeluarga ?
Iya. Setiap hari, saya, ayah, ibu, dan lima adik saya berjalan selama 3 sampai 4 jam mencari gelas mineral, botol mineral bekas, dan kardus. Kecuali adik yang baru kelas 2 SD yang tidak ikut.
***
Tempat tinggal Ming Ming berada di perbatasan antara Bogor dan Tangerang. Tepatnya di daerah Rumpin. Dari Serpong kurang lebih berjarak 40 kilometer. Kawasan itu terkenal dengan tempat penggalian pasir, batu kali, dan bahan bangunan lain. Tidak heran jika sepanjang jalan itu kerap dipadati truk dan suasana jalan yang penuh debu. Di sepanjang jalan itulah keluarga pemulung ini memunguti gelas dan botol mineral bekas dengan menggunakan karung.
Tiap hari, mereka berangkat sekitar jam 2 siang. Pilihan jam itu diambil karena Ming Ming dan adik-adik sudah pulang dari sekolah. Selain itu, bertepatan dengan jam berangkat sang ayah menuju tempat kerja di kawasan Ancol.
Setelah berjalan selama satu setengah sampai dua jam, sang ayah pun naik angkot menuju tempat kerja. Kemudian, ibu dan enam anak itu pun kembali menuju rumah. Sepanjang jalan pergi pulang itulah, mereka memunguti gelas dan botol mineral bekas.
Berapa banyak hasil yang bisa dipungut ?
Nggak tentu. Kadang-kadang dapat 3 kilo. Kadang-kadang, nggak nyampe sekilo. Kalau cuaca hujan bisa lebih parah. Tapi, rata-rata per hari sekitar 2 kiloan.
Kalau dirupiahkan?
Sekilo harganya 5 ribu. Jadi, per hari kami dapat sekitar 10 ribu rupiah.
Apa segitu cukup buat 9 orang per hari ?
Ya dicukup-cukupin. Alhamdulillah, kan ada tambahan dari penghasilan ayah. Walau tidak menentu, tapi lumayan buat keperluan hidup.
***
Ming Ming menjelaskan bahwa uang yang mereka dapatkan per hari diprioritaskan buat makan adik-adik dan biaya sekolah mereka. Sementara Ming Ming sendiri sudah terbiasa hanya makan sekali sehari. Terutama di malam hari.
Selain itu, mereka tidak dibingungkan dengan persoalan kontrak rumah. Karena selama ini mereka tinggal di lahan yang pemiliknya masih teman ayah Ming Ming. Di tempat itulah, mereka mendirikan gubuk sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas yang ada di sekitar.
Berapa hari sekali, pengepul datang ke rumah Ming Ming untuk menimbang dan membayar hasil pungutan mereka.
Kalau lagi beruntung, mereka bisa dapat gelas dan botol air mineral bekas di tempat pesta pernikahan atau sunatan. Sayangnya, mereka harus menunggu acara selesai. Menunggu acara pesta itu biasanya antara jam 9 malam sampai jam 2 pagi. Selama 5 jam itu, Ming Ming sebagai anak sulung, ibu dan dua adiknya berkantuk-kantuk di tengah keramaian dan hiruk pikuk pesta.
Kalau di hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, keluarga pemulung ini juga punya kebiasaan yang berbeda dengan keluarga lain. Mereka tidak berkeliling kampung, berwisata, dan silaturahim ke handai taulan. Mereka justru memperpanjang rute memulung, karena biasanya di hari raya itu, barang-barang yang mereka cari tersedia lebih banyak dari hari-hari biasa.
Ming Ming tidak malu jadi pemulung ?
Awalnya berat sekali. Apalagi jalan yang kami lalui biasa dilalui teman-teman sekolah saya di SMU N 1 Rumpin. Tapi, karena tekad untuk bisa membiayai sekolah dan cinta saya dengan adik-adik, saya jadi biasa. Nggak malu lagi.
Dari mana Ming Ming belajar Islam ?
Sejak di SMU. Waktu itu, saya ikut rohis. Di rohis itulah, saya belajar Islam lewat mentoring seminggu sekali yang diadakan sekolah.
Ketika masuk kuliah, saya ikut rohis. Alhamdulillah, di situlah saya bisa terus belajar Islam.
Orang tua tidak masalah kalau Ming Ming memakai busana muslimah?
Alhamdulillah, nggak. Mereka welcome saja. Bahkan sekarang, lima adik perempuan saya juga sudah pakai jilbab.
***
Walau sudah mengenakan busana muslimah dengan jilbab yang lumayan panjang, Ming Ming dan adik-adik tidak merasa risih untuk tetap menjadi pemulung. Mereka biasa membawa karung, memunguti gelas dan botol air mineral bekas, juga kardus. Bahkan, Ming Ming pun sudah terbiasa menumpang truk. Walaupun, ia harus naik di belakang.
Ming Ming kuliah di mana ?
Di Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi S1.
Maaf, apa cukup pendapatan Ming Ming untuk biaya kuliah ?
Jelas nggak. Tapi, buat saya, kemiskinan itu ujian dari Allah supaya kita bisa sabar dan istiqamah. Dengan tekad itu, saya yakin bisa terus kuliah.
Walaupun, di semester pertama, saya nyaris keluar. Karena nggak punya uang buat biaya satu semester yang jumlahnya satu juta lebih. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah semuanya bisa terbayar.
***
Di awal-awal kuliah, muslimah kelahiran tahun 90 ini memang benar-benar melakukan hal yang bisa dianggap impossible. Tanpa uang memadai, ia bertekad kuat bisa masuk kuliah.
Ketika berangkat kuliah, sang ibu hanya memberikan ongkos ke Ming Ming secukupnya. Artinya, cuma ala kadarnya. Setelah dihitung-hitung, ongkos hanya cukup untuk pergi saja. Itu pun ada satu angkot yang tidak masuk hitungan alias harus jalan kaki. Sementara pulang, ia harus memutar otak supaya bisa sampai ke rumah. Dan itu ia lakukan setiap hari.
Sebagai gambaran, jarak antara kampus dan rumah harus ditempuh Ming Ming dengan naik empat kali angkot. Setiap angkot rata-rata menarik tarif untuk jarak yang ditempuh Ming Ming sekitar 3 ribu rupiah. Kecuali satu angkot di antara empat angkot itu yang menarik tarif 5 ribu rupiah. Karena jarak tempuhnya memang maksimal. Jadi, yang mesti disiapkan Ming Ming untuk sekali naik sekitar 14 ribu rupiah.
Di antara trik Ming Ming adalah ia pulang dari kuliah dengan berjalan kaki sejauh yang ia kuat. Sambil berjalan pulang itulah, Ming Ming mengeluarkan karung yang sudah ia siapkan. Sepanjang jalan dari Pamulang menuju Serpong, ia melepas status kemahasiswaannya dan kembali menjadi pemulung.
Jadi, jangankan kebayang untuk jajan, makan siang, dan nongkrong seperti mahasiswa kebanyakan; bisa sampai ke rumah saja bingungnya bukan main.
Sekarang apa Ming Ming masih pulang pergi dari kampus ke rumah dan menjadi pemulung sepulang kuliah ?
Saat ini, alhamdulillah, saya dan teman-teman UKM Muslim (Unit Kegiatan Mahasiswa Muslim) sudah membuat unit bisnis. Di antaranya, toko muslim. Dan saya dipercayakan teman-teman sebagai penjaga toko.
Seminggu sekali saya baru pulang. Kalau dihitung-hitung, penghasilannya hampir sama.
Jadi Ming Ming tidak jadi pemulung lagi ?
Tetap jadi pemulung. Kalau saya pulang ke rumah, saya tetap memanfaatkan perjalanan pulang dengan mencari barang bekas. Bahkan, saya ingin sekali mengembangkan bisnis pemulung keluarga menjadi tingkatan yang lebih tinggi. Yaitu, menjadi bisnis daur ulang. Dan ini memang butuh modal lumayan besar.
Cita-cita Ming Ming ?
Saya ingin menjadi da’i di jalan Allah. Dalam artian, dakwah yang lebih luas. Bukan hanya ngisi ceramah, tapi ingin mengembangkan potensi yang saya punya untuk berjuang di jalan Allah. (MN) [Sumber : Era Muslim]
Naahhh…
Bagaimana dengan kita ?
Masihkah kita mengeluh dan tidak bersyukur dengan tidak memaksimalkan potensi yang ada pada diri ?!

TIPSmart MARKETING HANDAL

Marketing-Tips


Marketing, mungkin ketika Anda membaca ataupun mendengar kata ini langsung terbayang dipikiran bahwa Marketing itu adalahsalesman dan ,saleswoman, yang sering Anda lihat dimana pun yang menawarkan produk barang maupun pun jasa dari berbagai macam perusahaan. Marketing adalah ujung tombak yang menjadikan suatu perusahaan akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Marketing mempunyai tugas utama, yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan yang mempunyai target pasar sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan tersebut.
Banyak yang mengatakan bahwa apabila Anda pernah kerja sebagai Marketing disuatu perusahaan, maka Anda akan memiliki lebih besar jiwa semangat juang dalam menghadapi kerasnya kehidupan didunia ini. Marketing saat ini sesungguhnya sudah mulai gencar didunia online, oleh karena itu disebut sebagai Marketing Online. Akan tetapi, prinsip dasarnya pun sama yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan dengan target yang telah ditentukan. Berikut beberapa tips untuk menjadi seorang Marketing handal:
Kenali market Anda. Pada segmen apa Anda ingin memasarkan produk atau jasa tersebut, dan siapa saja yang menjadi sasaran jual Anda. Pastikan Anda menjual produk atau jasa pada orang yang tepat.
Have a good appearance. Anda tidak pernah tahu dimana dan kapan Anda akan bertemu dengan calon client Anda. Kesan pertama akan terlihat dari penampilan Anda. Berikanlah kesan baik dan meyakinkan ketika target melihat Anda, karena dengan penampilan Anda yang nampak rapih dan meyakinkan maka target Anda akan menilai bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik.
Perluaslah koneksi atau kenalan Anda. Kembangkan sayap Anda, jangan hanya terbatas lingkup kecil saja. Perluas wawasan Anda untuk memasuki dunia yang belum pernah Anda tahu. Semakin banyak koneksi dan wawasan yang Anda miliki maka semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan client baru.
Kuasai produk atau jasa yang ditawarkan (product knowledge). Bagaimana mungkin Anda menawarkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada calon client tapi Anda belum menguasai secara penuh mengenai keunggulan, kekurangan, harga, kualitas, target konsumen atau client, dan hal lainnya.
Keluar dari comfort zoneJangan pernah merasa bahwa yang Anda raih saat ini sudah cukup memuaskan. Anda bekerja dengan target, jika Anda bisa untuk mendapatkan yang lebih maka tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti. Beranikan diri Anda untuk melangkah keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan tantangan baru, misalnya mendapatkan client dari kalangan yang pernah Anda masuki sebelumnya. Hal ini akan menuntut Anda untuk memiliki kemampuan kecepatan beradaptasi.
Ciptakan antusiasme dalam diri Anda. Menciptakan antusiasme dibutuhkan usaha dan kerja keras, intensionalitas, dan tindakan. Antusiasme adalah tindakan atau aksi bukan hanya sebuah cita-cita. Maka berusahalah untuk mewujudkan apa yang sudah Anda cita-citakan.
Catat testimonialClient Anda merasa puas dengan produk atau jasa yang Anda jual, catat testimoni dari mereka. Sebuah testimoni sangat berarti sebagai bukti keunggulan produk Anda. Mereka mungkin akan mengatakan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Anda.
Bergulat dengan kenyataan. Dunia Marketing adalah dunia yang penuh dengan persaingan dalam hal apa pun, oleh karena itu Anda harus memiliki mental yang sangat kuat. Penawaran yang Anda ajukan tidak selalu dapat diterima oleh client. Penolakan merupakan hal yang sudah wajar dalam dunia Marketing, maka dibutuhkan kesabaran dan ketahanan mental yang ekstra. Tetap konsisten dalam berbisnis dan pantang menyerah adalah kunci kesuksesan Anda.
Persiapkan dan Kuasai Senjata. Diera modern dan makin canggih ini, Tools penunjang kegiatan bisnis kita sangat menentukan. Untuk itu kita dituntut untuk bisa memiliki dan menguasai ‘perangkat tempur’ tsb. Salah satunya adalah BLACKBERRY. ‘Senjata’ ini mutlak disarankan tuk dimiliki dan dikuasai cara SMART penggunaanya. Saat ini sudah banyak perangkat ini tersebar dengan harga yang sangat terjangkau, begitu juga dengan training-training tentang cara Optimalisasi Fungsi BB For Bisnis.

4 Kaya 5 Sempurna jadi #Muslimiliardermawan

Kaya


Ssssttt…Ternyata 5 Rukun Islam itu mengharuskan kita tuk berUANG (Kaya) dan menjadi #Muslimiliardermawan Lho…
Gak Percaya ?
Nihhh… #UKMu jelaskan…
1. SYAHADAT, emang sih cuman diucapkan dilisan & hati. Tapi Faktanya tidak sedikit Uang yang dibutuhkan tuk mempertahankan Syahadat kita, Terbukti Banyak yg Syahadatnya goyah krn sebungkus mie. Bahkan seorang Mualaf dimasukkan dalam salah satu golongan yg berhak tuk disantuni.
2. SHOLAT, emang sih ritualnya gak pake UANG. Tapi sarana prasarananya (Pakaian, Mukena, Sejadah bahkan Masjid) emangnya bisa disulap ?! Semuanya butuh uang tidak sedikit tuk memilikinya. Bahkan konon dulu ada seorang Sahabat yg ditegur Nabi Muhammad karena selalu terlambat sholat Jamaah di Masjid. Setelah ditanya Kenapa sering terlambat ? Karena dia menunggu tukeran pakaian sholat dgn istrinya yg sholat dirumah, sebab terbatasnya pakaian yg dimiliki akibat kemiskinan hidupnya.
3. PUASA, emang sih pas puasanya gak pake uang seperakpun. Tapi menu sahur & berbukanya, emangnya bisa turun dari langit seperti dalam kisah Nabi Musa ?! Bahkan banyak diantara kita yg berprinsip “belum afdhol” Berpuasa kalau gak ada acara berbuka bersama direstoran ternama yg terkenal mahal harga makanannya.
4. ZAKAT (Infaq, Sedekah & Wakaf) , naahhh…klo Ibadah ini mutlak harus berUANG. Kan SENYUM adalah SEDEKAHdan Senyum gak Perlu Pake Uang ? Ayooolaahhh….kawannn… Hari gini masih berprinsip SEBATASenyum dalam Bersedakah ? Emangnya SENYUM bisa buat bantu biaya Mereka Tuk Sekolah ? Kalau ada SEKOLAH yang bisa dibayar dgn SENYUManismu maka Kepseknya layak tuk jadi Presiden Indonesia. Lagian tuk bisa PD ngasih SENYUManis kan perlu unjuk gigi dan gosok gigi yang tentunya butuh SIKAT GIGI & ODOL, Ayooo…Siapa yg gosok giginya masih pake Arang Sate…? hehehe…
5. BERHAJI, sebetulnya & sejujurnya Ibadah Haji = dengan Sholat dimana ritualnya gak perlu pake DOku seperakpun, cukup hafal DOa2nya & mantapkan DOrongannya (Niat). Tapi, karena kita tinggal nunnnn jauuuuhhh disini, maka gak sedikit Dana yg dibutuhkan tuk menuju kesana ke tanah tak berNOda, Baitullah.
Jadi, dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Allah SWT lewat ajarannya ISLAM dan melalui kekasih-Nya Nabi Muhammad SAW menginginkan bahkan mengHARUSkan hamba-hamba-Nya yg beriman itu jadi KAYA. Tau Kenapa ?
1. AGAR kita bisa jaga kehormatan & tidak dipandang hina binti diremehin orang lain,
2. AGAR kita bisa membantu & membela agama, bangsa, dan orang-orang yg dicintai
3. AGAR kita bisa mengHAJIkan orang lain,
4. AGAR kita bisa menggapai AKHIRAT dgn mudah, karena bisa meletakkan DUNIA dibawah kaki kita dgn menjadi #Muslimiliardermawan, sebab hanya orang MISKIN yang silau dan terpukau dengan kemilau dunia.
5. AGAR kekayaan yang ada didunia ini berada & dimanfaatkan oleh orang-orang yg BERIMAN kepadanya….
dan lain sebagainya…
Karena sebaik-baiknya KEKAYAAN itu bersumber dari yang Baik, Dihasilkan dgn cara yang Baik, dikelola dgn cara yang baik ditangan orang-orang yang Baik.
So, masih berprinsip biar MISKIN asal BAHAGIA ?
Yuuukkk…kita ngaca & bertanya : Masih layakkah kita mengaku BERIMAN kepada-Nya yg jadikan BAHAGIA alasan tuk MISKIN ? Atau memang kita bukan orang BAIK yang tidak Baik berada diposisi yang TERBAIK ?!!
Kenapa kita gak berprinsip biar KAYA asal BAHAGIA karena BISA BAHAGIAKAN orang lain ?
Karena, Lewat 5 Rukun Islam diatas (seakan) Allah SWT telah menTAKDIRkan dan memerintahkan kita untuk KAYA.
Lalu kenapa kita MISKIN ? itu bukan Takdir dari-Nya tapi PILIHAN kita !
So, Let’s be @ MAN !! (Muslimiliardermawan)

WoMM (Word of Mouth Marketing)

Word of mouth marketing (WOMM) secara bahasa adalah pemasaran dari mului ke mulut atau dari orang ke orang. WOMM dapat diartikan secara luas sebagai penyampaian informasi antar manusia, seperti hubungan tatap muka, telepon, sms, email, website, blog, status facebook,  ataupun lewat twit (tanpa berbayar).  WOMM juga dapat dijelaskan sebagai proses berpengalaman, daripada satu pengamatan.WOMM memiliki dua tipe, yaitu:



1. Organic WOMM
WOMM yang terjadi secara alami karena orang secara inisiatif , sukarela, dan penuh antusiasme menjadi advocator atau promoters dari suatu produk atau jasa karena merasa senang terhadap produknya atau puas atas pengalamannya  setelah menggunakan jasa pelayanan tertentu.
2. Aplified WOMM
WOMM yang sengaja dibentuk dan dimudahkan dengan menyajikan media untuk mempermudah penyebaran WOMM. Konsumen digabungkan ke dalam satu wadah media yang dinilai paling efektif oleh perusahaan sehingga penyebaran WOMM terjadi secara maksimal dan menjadi magnet kuat bagi calon konsumen perusahaan.
ilustrasi: ilgresults.com 
WOMM juga mempunyai 3 level yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Menentukan talkers dan memberi topik. Bentuklah satu pesan utama yang sekiranya dapat menjadi nilai plus dari usaha Anda. Dalam hal ini, lebih baik menyebarkan pesan (bila lebih dari satu) yang berhubungan dan saling menunjang sehingga dapat menjadi asosiasi yang kuat sehingga mudah dipahami oleh calon talkers ataupun calon konsumen.
  • Mulai penyebaran pesan. Perdayakan profitable talkers  agar membicarakan produk kita secara positif. Bekali dengan alat-alat atau wadah media yang memungkinkan mereka untuk mentransfer pesan ke orang lain. Semakin banyak pesan positif tentang suatu produk dalam satu media tersebut tentu dapat menguatkan kepercayaan calon konsumen lain
  • Talkers mengusahakan perubahan perilaku pada orang yang mereka ajak bicara, pada level ini ada buying action.
WOMM menjadi strategi cerdas yang dapat membantu Anda untuk memajukan segala jenis usaha Anda, terlebih lagi kemajuan teknologi zaman sekarang yang sangat membuka jalur komunikasi dan tidak lagi terbatas ruang dan waktu. Tentu saja hal itu menjadi peluang untuk Anda, bersiaplah menentukan topik utama dari bidang usaha Anda dan tentukan tujuan utama Anda. Strategi yang sesuai ditambah dengan konsistensi dan komitmen menjalani usaha adalah kunci utama Anda untuk menjadi wirausaha yang sukses!

Penyapu Jalanan Punya 17 Gedung Apartemen

Tukang Sapu Kaya


TRIBUNNEWS.COM – Yu Youzhen (53) bukan perempuan biasa. Warga kota Wuhan, China ini memiliki kekayaan yang luar biasa. Menurut harian South China Morning Post, Yu adalah pemilik 17 gedung apartemen di Wuhan dengan nilai aset sebesar 1,6 juta dollar AS atau lebih dari Rp 15 miliar.
Namun, tak seperti orang kaya lainnya yang memilih bersantai menghitung kekayaan atau bepergian ke luar negeri, Yu tetap memilih bekerja di usianya yang sudah senja itu. Dan, pekerjaan yang dipilih Yu adalah petugas kebersihan kota dengan gaji hanya sekitar Rp 2 juta sebulan.
Sudah sejak 1998, Yu bekerja sebagai petugas kebersihan kota. Dia harus bangun sejak pukul 3.00 dini hari, lalu bekerja selama enam jam penuh membersihkan ruas jalan sepanjang 3 km dari sampah dan kotoran lainnya. Tak hanya itu, Yu harus bekerja selama enam hari dalam sepekan.
Sejatinya, Yu dan suaminya memang terlahir dari keluarga miskin dan terbiasa bekerja keras. Sejak 1980-an, Yu dan suaminya bekerja dari pagi hingga malam demi bisa menyisihkan sedikit uang.
Jerih payah mereka terbayar, ketika mereka akhirnya bisa membangun rumah tiga lantai. Nah, beberapa ruangan di rumah tiga lantai inilah yang kemudian disewakan Yu untuk warga desa yang merantau ke Wuhan.
Dengan menyewakan ruangan dengan harga 50 yuan atau sekitar Rp 75.000 sebulan, Yu bisa menyisihkan uang untuk membangun lebih banyak apartemen. Hanya dalam beberapa tahun, Yu sudah memiliki lima gedung apartemen.
Kembali ke masa kini, banyak orang tak memahami mengapa Yu, yang sudah berkelimpahan uang, tetap bekerja sebagai pembersih jalanan. Apa sebenarnya motivasi Yu mempertahankan pekerjaannya?
“Saya ingin menjadi contoh bagi putra dan putri saya. Seseorang tak bisa hanya duduk di rumah dan memakan semua kekayaannya,” kata Yu menjelaskan motivasinya.
Bahkan Yu tak segan-segan memperingatkan kedua anaknya agar tak bermalas-malasan.
“Jika mereka tak mau bekerja maka saya akan serahkan semua kekayaan saya kepada negara,” ujar Yu.
Dan ancaman sang ibu ternyata cukup manjur. Putranya kini bekerja sebagai pengemudi di kawasan Donghu dengan gaji sekitar Rp 3 juta sebulan. Sementara putrinya bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan dengan penghasilan hampir Rp 5 juta sebulan..
****
Dari potret kisah diatas, tidak heran dimanapun bangsa China berada, hampir dipastikan mereka menguasai segala aspek ekonomi (dari hulu hingga hilir) bahkan menguasai jalannya pemerintahan suatu negara (meski dibelakang layar).
Sudah menjadi pengetahuan umum di Indonesia, warga keturunan China memiliki mental ENTERPRENEURSHIP sangat bagus, mental inilah yang mereka wariskan turun temurun sebagai modal bagi keturunan mereka dimasa depan.
Naaaahhh…
Bagaimana dengan kita sebagai anak bangsa nan Muslim ?
Banyak diantara kita justru amat sangat ALERGI menjadi KAYA RAYA. Tidak heran, sebagai MAYORITAS dinegeri sendiri kita TERTINDAS dan TERTINGGAL jauh dalam pengelolaan dan penguasaan sumber kekayaan ekonomi negeri.
Malah, hampir sebagian besar orang tua saat ini LEBIH BANGGA kalau anaknya menjadi Pegawai Negeri ketimbang anaknya menjadi Pengusaha. Bahkan tidak sedikit yang mengeluarkan uang yang tidak banyak agar anaknya bisa masuk disebuah instansi pemerintah…NAUZUBILLAH !!
Bayangkan, bila ‘MODAL’ masuk kerja tersebut digunakan tuk merintis sebuah usaha yang prospektif dan dikelola dengan benar, dapat dipastikan KESUKSESAN hidup dalam genggaman.
Bisa jadi karena ENTERPRENEURSHIP inilah, 15 abad yang lalu Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya tuk belajar jauh ke negeri China. Agar kita umatnya bisa menjadi #Muslimiliardermawan ‘Pribadi Harapan Masa Depan’

Kaya ala Tukang Becak




THINK OUT OF THE BOX..


Becak
Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi. Berapa besar space yang ada “di dalam box” tsb? Relatif Berapa besar space yang ada “di luar box” tsb? WOW! No Limit
Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia entrepreneurship (ttg modal usaha, skill, keberanian untuk memulai usaha, dst,dst). Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan bisnis setiap hari setelah 10 tahun berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi seorang Udin tamatan SD yang sudah mencapai “financial freedom” setelah bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dgn “passive income” Rp. 9 juta/bulan !!!
Berikut Histori Financial Freedom si Bos Becak ini
Becak ke-1 :
==> Udin memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari
(bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp.
30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp. 30,000/hari.
Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya Rp. 12
juta/unit.
Becak Ke-2 :
==> Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari.
Sementara ia tetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp.
60,000/hari. Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.
Becak Ke-3 :
==> Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.
Becak Ke-4 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-5 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-6 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-7 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-8 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-9 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-10 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.
Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak
pertamanya ke orang lain. Ia lalu menggaji seorang “mandor” untuk
mengurusi ke-10 becaknya. Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor). Jika ditotal semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.
============ =======
Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari
sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan itu bisa terjadi.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi tetap masih ADA.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah? Buanyyaaak sekali.
============ =========
Sekarang bandingkan dengan banyak profesional berpendidikan jauh lebih tinggi (sarjana) atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari tanpa rumus jitu ini. Kontras sekali bukan…. Dan saya yakin pembaca kisah ini tidak tamatan SD, tapi tamatan min SMA ;-)
THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Kunci kesuksesannya terletak pada “DUPLIKASI”.
Ini rahasianya : “JALANKAN BISNIS YANG MUDAH DI DUPLIKASIKAN, DAN TIDAK PERLU KETERLIBATAN KITA SECARA PENUH DALAM BISNIS TERSEBUT”.
Contoh : ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan, dst. ATAU dengan cara si Udin Bos Becak terlebih dahulu.
KUNCI UTAMA LAINNYA adalah : HIDUP HEMAT PADA AWALNYA UNTUK MENABUNG , UANG TABUNGANNYA DI INVESTASIKAN UNTUK MODAL TAMBAHAN, LAKUKAN TERUS BERULANG-ULANG, SETELAH PENGHASILANNYA SUDAH CUKUP BESAR, BARULAH HIDUP BERSENANG-SENANG, tuntunya setelah BERBAGI ke SESAMA (ZISWaf). & BANYAK CARA untuk menDUPLIKASI usaha…Apapun bentuk usahanya… ;-)
============ ========= ========
Mari berhitung matematika …
Jika Kita diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini,
mana yang Kita pilih ?
1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/ bulan Rp. 100 juta.
2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan.
Pilih mana ????
Jawabannya :
Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp. 2,4 Milyar
Option II :
Bulan ke-1 : Rp. 1000
Bulan ke-2 : Rp. 2 ribu
Bulan ke-3 : Rp. 4 ribu
Bulan ke-4 : Rp. 8 ribu
Bulan ke-5 : Rp. 16 ribu
Bulan ke-6. Rp. 32 ribu
Bulan ke-7 : Rp. 64 ribu
Bulan ke-8 : Rp. 125 ribu
Bulan ke-9 : Rp. 250 ribu
Bulan ke-10: Rp. 500 ribu
Bulan ke-11: Rp. 1 juta
Bulan ke-12: Rp. 2 juta
Bulan ke-13: Rp. 4 juta
Bulan ke-14: Rp. 8 juta
Bulan ke-15: Rp. 16 juta
Bulan ke-16: Rp. 32 juta
Bulan ke-17: Rp. 64 juta
Bulan ke-18: Rp. 128 juta
Bulan ke-19: Rp. 256 juta
Bulan ke-20: Rp. 512 juta
Bulan ke-21: Rp. 1 milyar
Bulan ke-22: Rp. 2 milyar
Bulan ke-23: Rp. 4 milyar
Bulan ke-24: Rp. 8 milyar
Jika Kita pilih option I, Kita kecolongan hampir 6 MILYAR !!!
Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Eintein spt rumus kekuatan bom atom spt “E=MC2″, dst.
Tetapi tidak diajarkan bahwa “kekuatan duplikasi” juga dikagumi oleh
Albert Eintein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan “KEKUATAN DUPLIKASI ADALAH KEAJAIBAN DUNIA YANG KE DELAPAN”.
Padahal 15 abad yang lalu Al-Qur’an telah mengajarkan hukum “Duplikasi” ini meski dalam konteks beramal/Sedekah. Namun terbuka juga diaplikasikan dalam konteks berbisnis, apalagi  jika hasil keuntungan bisnis digunakan untuk beramal.
Firman Allah SWT : “Perumpamaan orang2 yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir “1″ benih yang menumbuhkan tujuh “7″ bulir, pada tiap2 bulir seratus “100″ biji. Allah MELIPATGANDAKAN (ganjaran/keuntungan) bagi siapa yang Dia kehendaki (yang berusaha keras & cerdas,pen). Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah : 261)
FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks)?
Bayangkan seorang pengusaha jenius sekaliber Schultz (ia baru dijuluki pengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang). Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-experience) berharga luar biasa mahal.
Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC.
Ia pandai pula memanfaatkan media sebagai “public relation” untuk mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dgn perusahaan global spt Pepsi, dst.
Hasilnya LUAR BIASA…
Dengan kekuatan “KONSEP DUPLIKASI”, kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiap tahun sampai sekarang…
Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang “mandor” utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren “CEO” bernama Orin C. Smith.
Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai “financial freedom”.
Yang satu pencapaiannya hanya kelas lokal, yang satu lagi kelas global…
Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai “financial freedom”, walaupun hanya di kelas lokal saja…
============ ======
Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, maka seorang tamatan S1 secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak (SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas).
Mari kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa
memanfaatkan hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5 tahun mendatang…
Sehingga Visi menjadi #Muslimiliardermawan masa depan jadi kenyataan…
Setiap Muslim harus menjadi Miliardermawan…
Kalau bukan kita yang Miliardermawan, masa harus mereka ?!
Ingat, untuk menjadi Miliardermawan tidak mengenal batas, kasta bahkan agama… SEJARAH TELAH MEMBUKTIKANNYA !
Namun tuk menjadi Dermawan tidak harus menunggu menjadi Miliarder bukan ?!…
Kita siap bersama Anda mencapai Visi tersebut…
Mari Bersama Berbuat Terbaik tuk Kebaikan Bersama…
Menebar Manfaat, Menuai Maslahat….:-)

 

Copyright @ 2013 POSITIVE THINKING.