Thursday, November 28, 2013

MAU Amanatul Ummah Juara 1 Lomba KIR Se-JAWA

MAJALAH SKETSA -Satu lagi prestasi yang sangat membanggakan ditorehkan oleh Pondok Pesanten Amanatul Ummah kali ini dipersembahkan oleh siswa MA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Se –Jawa di Politeknik Kesehatan Surabaya (POLTEKES) pada Hari Minggu, 10 maret 2011. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian acara DIES Natalis Kesehatan Lingkungan ke-51 Surabaya yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa kesehatan lingkungan Surabaya. Setelah berjuang dan berkompetisi dengan sepuluh finalis yang masuk dalam 5 besar di hadapan para juri, siswa MA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya yang bernama Ahmad Sirajuddin (XI IPA A), M. Jabir Al-Hayyan (XI IPA A), dan Miftahul Huda (XI IPA A) mampu menyakinkan dewan juri dengan presentasinya dan jawaban lugasnya dalam sesi Tanya jawab, sehingga dewan juri sepakat menganugrahkan juara 1 kepada siswa yang mengambil tema Gerakan Sadar Lingkungan (DARLING) sebagai kajian karya tulis mereka. Judul karya tulis ilmiah yang diambil adalah “Gerakan DARLING (Sadar Lingkungan) dalam Pengelolaan Sampah dan Penyehatan Lingkungan di MA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya Sebagai Wujud Kepedulian Siswa Terhadap Kelestarian Lingkungan” berbicara tentang Gerakan DARLING (Sadar Lingkungan) yang merupakan organisasi yang dicanangkan oleh OSIS MA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya sebagai wujud kepedulian remaja terhadap kelestarian lingkungan. Dengan harapan agar nantinya dapat memberikan kesadaran dan motivasi bagi pelajar untuk ikut serta dan peduli dalam mengatasi masalah yang berkaitandengan pencemaran lingkungan termasuk penumpukan sampah padat serta melestarikan lingkungan sekitarnya. Prestasi siswa MA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya merebut juara 1 LKTI ini terasa sangat istimewa karena merupakan gelar pembuka pada tahun 2011 ini, sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya yang penuh dengan prestasi-prestasi membanggakan, mudah-mudahan tahun 2011 ini prestasi MA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya semakin berkibar dan maju.(HUD/JN)


Masihkah Kita Minum ‘Kola’ dan Makan ‘Fried Chicken’?



Oleh: Abu Umar
SEORANG teman saya mengatakan prinsip saya dan keluarga saya lebay. Salah satunya karena saya dan keluarga saya—istri dan anak-anak saya—sejak tahun 2009, tak pernah lagi mau membeli semua produk yang dibuat oleh Yahudi.
“Lo ini cuman sendirian. Kagak ngaruh kali,” ujarnya ketika itu kira-kira. Tapi saya tidak terkejut. Di tahun 2001, Ketika masih jadi seorang wartawan sebuah majalah Islam di Ibukota, saya pernah mewawancarai seorang tokoh Islam, meminta pendapatnya bagaimana soal boikot produk Amerika (Yahudi), dan jawabannya: “Boikot produk Yahudi tidak realistis. Mau pake apa kita kalau tak memakai produk mereka? Dari mulai kamar mandi, sampai teras rumah, semua yang bikin orang Yahudi.”
Awalnya saya ketika itu masih merasa aman-aman saja membeli minuman kola. Namun ketika Gaza 2009 meletus dan anak-anak saya melihat sendiri lewat internet akan kebiadaban Israel kepada anak-anak Palestina, saya dan keluarga sepakat, kami memakai produk-produk dari mereka, hanya ketika itu sudah jadi opsi terakhir.
Banyak perjuangan yang kami rasakan ketika kami memulai hidup tanpa produk Yahudi. Misalnya saja, belanja bulanan. Jika sebelumnya kami hanya cukup pergi ke satu swalayan saja, tapi kemudian sekarang kami harus muter-muter berbagai toko, masuk ke pasar-pasar. Sepanjang kami bisa, kami melakukannya. Capek memang, kelihatannya. Dan ribet—di zaman seperti sekarang ini yang notabene belanjaan bisa didrop di satu tempat saja.
Tapi istri saya mengingatkan, “Capeknya kita tidak seberapa dibandingkan dengan perjuangan rakyat Palestina di sana. Ini juga akan menjadi sesuatu yang berkesan bagi anak-anak. Ini bukan semata-mata urusan boikot satu keluarga kita saja terhadap produk-produk Yahudi, tapi juga mudah-mudahan ada pembelajaran buat mereka dalam soal aqidah.”
Kalau sudah begitu, saya selalu bersemangat kembali.
Namun, yang membuat saya dan istri haru adalah sebuah peristiwa. Ketika kami berdua tengah berada di luar kota berhari-hari menunggui bayi kami di rumah sakit, dua orang anak kami diajak jalan-jalan oleh nenek, bibi-bibi, dan sepupunya. Mereka makan fried chicken yang sudah sangat terkenal. Semua orang yang mengajak mereka, makan freid chicken tersebut. Kedua anak kami, yang masih di bawah delapan tahun, dengan tegas menolaknya dan memilih makanan yang lain.
Ketika bibinya memberitahukan kami soal itu lewat telepon, istri saya diam-diam menangis.
Sekarang, empat tahun dari 2009 dari sejak Gaza diinvasi Israel, kami sekeluaga menyaksikan kembali bagaimana Palestina dibantai oleh Yahudi. Empat tahun dari 2009, Alhamdulillah kami masih tetap pada pendirian kami menolak membeli produk Yahudi. Kami masih bisa hidup. Ada beberapa hal lain yang memang tak bisa dihindarkan, namun seperti itulah kami menjalani hidup. Kami sama sekali tak merasa jadi orang besar karena ini. Namun kami yakin, sekecil apapun perjuangan kami, semoga bisa memberi arti untuk Palestina. Aamiin.

Pembahasan UTS RPL 2012

  1. Jelaskan dan masing-masing berilah dua contohnya
    a. Kebutuhan fungsional
    b. kebutuhan non fungsional
    Jawab
    a. Kebutuhan fungsional : Kebutuhan yang harus dipenuhi oleh sistem, bagaimana sistem bereaksi terhadap suatu input dan bagaimana sistem berperilaku dalam situasi tersebut
    Contoh : – Suatu sistem informasi rumah sakit, seorang asisten dokter harus bisa menuliskan jadwal pemeriksaan dokter pada sistem
    - Suatu sistem informasi akademik ITS, seorang dosen harus bisa menginputkan nilai mahasiswanya
    b. Kebutuhan non fungsional : Batasan layanan dan fungsi yang ditawarkan sistem, misal batasan waktu, batasan bentuk pengembangan, dll
    Contoh : – Keamanan sistem menggunakan sistem enkripsi SHA1
    - Sistem bekerja 24 jam
    - kecepatan akses
    - sistem mudah digunakan
  2. Ada empat cara/teknik untuk mendapatkan kebutuhan pengguna, yaitu wawancara, skenario, kasus penggunaan dan etnografi. Jelaskan masing-masing teknik tersebut dan berikan minimal sebuah contohnya
    Jawab:
    Wawancara : wawancara formal dan informal dengan stakeholder berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada stakeholder. Contoh: wawancara sistem informasi kereta api yang akan dibangun kepada petugas penjaga kereta api
    Skenario : contoh nyata bagaimana sistem digunakan, deskripsi situasi awal, kejadian normal, kesalahan yang mungkin terjadi, aktifitas selanjutnya, kondisi ketika skenario selesai. Contoh : pengumpulan catatan medis pasien RS
    Kasus penggunaan : teknis berbasis skenario UML yang mengidentifikasi aktor dan interaksi dalam sistem : Diagram sekuens, sistem manajemen RS
    Etnografi : Bertanya kepada ilmuwan sosial dan menganalisa orang bekerja sehingga mereka tidak perlu menjelaskan. Contoh bertanya pada ahli gempa untuk membuat sistem informasi tentang gempa
  3. System Modeling
    a. Sebutkan dan jelaskan 4 model yang ada pada system modeling
    b. Untuk setiap model petakan ke diagram pada UML dan berilah alasannya
    Jawab:
    a. Model Konteks, Model Interaksi, Model Struktural, Model Perilaku
    Model Konteks : Digunakan untuk mengilustrasikan llingkungan operasional sistem, model ini menunjukkan apa yang ada di luar batasan. Menunjukkan sistem yang ada dalam lingkungan, bukan bagaimana sistem yang dikembangkan digunakan dalam lingkungan tersebut.
    Model Interaksi : membantu menidentifikasi kebutuhan pengguna, menggunakan usecase diagram dan sequence diagram. Memodelkan interaksi antar sistem dan komponen
    Model Struktural : Memperlihatkan organisasi sistem berupa komponen yang membangun sistem dan hubungannya. Dibuat saat mendesain arsitektur sistem.
    Model perilaku : model perilaku dinamis sistem saat dieksekusi. Menunjukkan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi ketika sistem merespon rangsangan dari lingkungannya
    b. Model konteks : Actifity diagram, Cocok untuk menunjukkan model proses bisnis.
    model intekasi : Usecase diagram dan Sequence diagram , cocok karena memodelkan interaksi pengguna dan komponen
    model struktural : Class diagram, cocok karena membuat sistem berbasis objek untuk menujukkan kelas-kelas dalam sistem
    model aktifitas  : actifity diagram, cocok karena menunjukkan aksi yang terlibat dalam pemrosesan input dan menghasilkan output
  4. Rancangan arsitektural
    a. Sebutkan dan jelaskan pola-pola arsitektur PL yang ada
    b. Kondisi seperti apa yang cocok digunakan untuk setiap pola dan berikan satu contoh aplikasinya
    Jawab :
    a. Arsitektur berlapis, arsitektur repositori, arsitektur klien-server, arsitektur pipe dan filter
    Arsitektur berlapis : memodelkan antarmuka sub sistem, mengatur menjadi sekumoulan lapisan dimana setiap lapisan antarmuka terdefinisi yang berisi layanan
    arsitektur repositori : satu atau lebih sistem bertukar data dengan dua cara. Dimana data diletakkan di basis data terpusat dan diakses oleh seluruh sub sistem. Dan setiap sub sistem memiliki basis datanya masing-masing
    arsitektur klien-server : Model terdistribusi dimana data dan pemrosesnya terdistribusi dalam komponen yang terpisah yaitu server dan klien, juga jaringan
    arsitektur pipe dan filter : Data dikirimkan dari satu proses ke proses lain,
    b. arsitektur berlapis : Digunakan ketika ada beberapa cara untuk melihat dan berinteraksi dengan data. Juga digunakan ketika kebutuhan masa depan untuk interaksi dan penyajian data tidak diketahui
    arsitektur repositori : Anda harus menggunakan pola ini ketika Anda memiliki sistem di mana volume besar informasi yang dihasilkan yang harus disimpan untuk waktu yang lama. Anda juga dapat menggunakannya dalam sistem data-driven di mana masuknya data dalam repositori memicu tindakan atau alat
    arsitektur klien-server : Digunakan ketika data dalam database bersama harus diakses dari berbagai lokasi. Karena server dapat direplikasi, juga dapat digunakan ketika beban pada sistem adalah variabel.
    arsitektur pipe dan filter : Umumnya digunakan dalam aplikasi pengolahan data (baik batch dan transaksi berbasis) dimana input diproses dalam tahap yang terpisah untuk menghasilkan output yang terkait

Curhat Guru Ngaji



Oleh: Dedih Mulyadi
SAMPAI sekarang saya MASIH BERTANYA?
1. Kenapa ANAK SEKOLAH diharuskan mengikuti KURSUS/LES di luar jam SEKOLAH untuk membantu materi-materi yang akan diujikan di UN.
2. Kenapa guru-guru juga menganjurkan murid-muridnya untuk ikut kursus? Terus mereka ngapain aja di sekolah?
3. Kalau demikian, apa FUNGSI belajar di sekolah? Yang mewajibkan murid-muridnya untuk:
- masuk selama seminggu,
- masuk dari pagi sampai siang/sore
- Memberikan setumpuk PR dan tugas-tugas lainnya
- Membayar uang SPP, Bangunan, Buku dll
- tetapi belum bisa menjamin kelulusan ANAK DIDIKNYA, lalu menganjurkan mereka masuk LES/KURSUS tambahan?
4. Apa fungsi sekolah kalau sudut pandang anak didiknya hanya ingin lulus dan dapet ijazah saja?

Dampaknya ketika di RUMAH:
1. Pulang dari sekolah plus LES sampai sore kadang MALAM,
2. Waktu mereka semua terforsir untuk sekolah dan LES
3. Ketika di Rumah sudah dalam kondisi lelah seharian.
4. Berangkat MENGAJI dari sisa-sisa tenaga yang sudah terforsir seharian.
5. Guru NGAJI sepi peminat, karena anak-anak NGAJInya jadi BELANG BENTONG (Istilah sering tidak hadir)
6. Hilanglah nilai-nilai AGAMA dalam kehidupan mereka
7. Melampiaskan dengan kegiatan-kegiatan GALAU: Curhat di jejaring sosial, mengidolakan BOY BAND euuuh… sms-an, bahkan hingga TAWURAN dll.. Na’udzubillah
8. MAU SAMPAI KAPAN? []

SOLUSI:
1. BUAT SEKOLAH,
- tingkatkan kualitas dan produktivitas GURU dan MURID jadi gak perlu lagi ada les tambahan segala.
- Guru dan SEKOLAH harus memiliki JIWA PENGAJAR bukan BISNIS ORIENTED
2. BUAT PEMERINTAH,
- membimbing, memperhatikan dan mengkoordinir GURU NGAJI dan IMAM MASJID supaya materi-materi dan wawasan keagamaan mereka lebih terpadu sehingga kualitasnya pun terjamin
- Membuat kebijakan bahwa ilmu Agama adalah syarat mutlak KELULUSAN SEKOLAH
3. BUAT ORANG TUA, Jangan menyerahkan pendidikan anak hanya kepada SEKOLAH.
4. BUAT SEMUA, ini adalah tugas bersama. sudah saatnya PEMERINTAH, SEKOLAH, dan MASYARAKAT duduk BERSAMA mencari solusi-solusi kongkrit lainnya.

50 Badan Amal Dunia Ternyata Penipu



SAAT Anda memberikan donasi kepada badan amal, maka yang diharapkan adalah Anda dapat menolong orang-orang yang tertimpa bencana alam, kelaparan, sakit kanker, menyelamatkan hewan dan lingkungan, serta tujuan mulia lainnya.
Namun, sedikit orang berpikir bahwa uang yang diberikan ke badan amal ternyata masuk ke kantung pribadi pengelolanya. Namun, baru-baru ini terungkap bahwa sekira 50 badan amal besar dunia hanya menyalurkan kurang dari 4% dana yang mereka terima untuk tujuan sebenarnya. Sisanya, 96% sumbangan yang mereka terima masuk ke kantong pendiri amal, penyelenggara, dan pengacara.
Contohnya adalah Yayasan Kids Wish Network di AS, sebuah badan amal untuk anak-anak terlantar. Mereka berhasil mendapatkan sumbangan tak kurang dari 125 juta dolar (sekira Rp 1,25 trilyun). Dari keseluruhan dana tersebut, 110 juta dolar langsung masuk kantong pengacara dan 4 juta dolar ke kantong si pendiri amal. Badan amal ini telah dikenal berbohong kepada donatur dan mengatur konsultasi penggalangan dana demi rekening bank mereka.
Bahkan, ada badan amal yang seolah “Mengejek,” si penerima dana yang seharusnya. Contohnya Badan Amal Cancer Fund of America, yang telah menerima 100 juta dolar (sekira Rp 1 trilyun) adalah untuk kepentingan pasien kanker. Namun, kenyataannya badan amal ini hanya memberi pernak-pernik kurang berguna bagi pasien, seperti piring kertas dan serbet ke penderita kanker yang sedang berjuang antara hidup dan mati. [sm/islampos/smartison].

Perjuangan Hidup : Kuliah sambil Memulung

Pemulung


Punya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.
Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.
Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung ?
Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami sekeluarga menjadi pemulung.
Sekeluarga ?
Iya. Setiap hari, saya, ayah, ibu, dan lima adik saya berjalan selama 3 sampai 4 jam mencari gelas mineral, botol mineral bekas, dan kardus. Kecuali adik yang baru kelas 2 SD yang tidak ikut.
***
Tempat tinggal Ming Ming berada di perbatasan antara Bogor dan Tangerang. Tepatnya di daerah Rumpin. Dari Serpong kurang lebih berjarak 40 kilometer. Kawasan itu terkenal dengan tempat penggalian pasir, batu kali, dan bahan bangunan lain. Tidak heran jika sepanjang jalan itu kerap dipadati truk dan suasana jalan yang penuh debu. Di sepanjang jalan itulah keluarga pemulung ini memunguti gelas dan botol mineral bekas dengan menggunakan karung.
Tiap hari, mereka berangkat sekitar jam 2 siang. Pilihan jam itu diambil karena Ming Ming dan adik-adik sudah pulang dari sekolah. Selain itu, bertepatan dengan jam berangkat sang ayah menuju tempat kerja di kawasan Ancol.
Setelah berjalan selama satu setengah sampai dua jam, sang ayah pun naik angkot menuju tempat kerja. Kemudian, ibu dan enam anak itu pun kembali menuju rumah. Sepanjang jalan pergi pulang itulah, mereka memunguti gelas dan botol mineral bekas.
Berapa banyak hasil yang bisa dipungut ?
Nggak tentu. Kadang-kadang dapat 3 kilo. Kadang-kadang, nggak nyampe sekilo. Kalau cuaca hujan bisa lebih parah. Tapi, rata-rata per hari sekitar 2 kiloan.
Kalau dirupiahkan?
Sekilo harganya 5 ribu. Jadi, per hari kami dapat sekitar 10 ribu rupiah.
Apa segitu cukup buat 9 orang per hari ?
Ya dicukup-cukupin. Alhamdulillah, kan ada tambahan dari penghasilan ayah. Walau tidak menentu, tapi lumayan buat keperluan hidup.
***
Ming Ming menjelaskan bahwa uang yang mereka dapatkan per hari diprioritaskan buat makan adik-adik dan biaya sekolah mereka. Sementara Ming Ming sendiri sudah terbiasa hanya makan sekali sehari. Terutama di malam hari.
Selain itu, mereka tidak dibingungkan dengan persoalan kontrak rumah. Karena selama ini mereka tinggal di lahan yang pemiliknya masih teman ayah Ming Ming. Di tempat itulah, mereka mendirikan gubuk sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas yang ada di sekitar.
Berapa hari sekali, pengepul datang ke rumah Ming Ming untuk menimbang dan membayar hasil pungutan mereka.
Kalau lagi beruntung, mereka bisa dapat gelas dan botol air mineral bekas di tempat pesta pernikahan atau sunatan. Sayangnya, mereka harus menunggu acara selesai. Menunggu acara pesta itu biasanya antara jam 9 malam sampai jam 2 pagi. Selama 5 jam itu, Ming Ming sebagai anak sulung, ibu dan dua adiknya berkantuk-kantuk di tengah keramaian dan hiruk pikuk pesta.
Kalau di hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, keluarga pemulung ini juga punya kebiasaan yang berbeda dengan keluarga lain. Mereka tidak berkeliling kampung, berwisata, dan silaturahim ke handai taulan. Mereka justru memperpanjang rute memulung, karena biasanya di hari raya itu, barang-barang yang mereka cari tersedia lebih banyak dari hari-hari biasa.
Ming Ming tidak malu jadi pemulung ?
Awalnya berat sekali. Apalagi jalan yang kami lalui biasa dilalui teman-teman sekolah saya di SMU N 1 Rumpin. Tapi, karena tekad untuk bisa membiayai sekolah dan cinta saya dengan adik-adik, saya jadi biasa. Nggak malu lagi.
Dari mana Ming Ming belajar Islam ?
Sejak di SMU. Waktu itu, saya ikut rohis. Di rohis itulah, saya belajar Islam lewat mentoring seminggu sekali yang diadakan sekolah.
Ketika masuk kuliah, saya ikut rohis. Alhamdulillah, di situlah saya bisa terus belajar Islam.
Orang tua tidak masalah kalau Ming Ming memakai busana muslimah?
Alhamdulillah, nggak. Mereka welcome saja. Bahkan sekarang, lima adik perempuan saya juga sudah pakai jilbab.
***
Walau sudah mengenakan busana muslimah dengan jilbab yang lumayan panjang, Ming Ming dan adik-adik tidak merasa risih untuk tetap menjadi pemulung. Mereka biasa membawa karung, memunguti gelas dan botol air mineral bekas, juga kardus. Bahkan, Ming Ming pun sudah terbiasa menumpang truk. Walaupun, ia harus naik di belakang.
Ming Ming kuliah di mana ?
Di Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi S1.
Maaf, apa cukup pendapatan Ming Ming untuk biaya kuliah ?
Jelas nggak. Tapi, buat saya, kemiskinan itu ujian dari Allah supaya kita bisa sabar dan istiqamah. Dengan tekad itu, saya yakin bisa terus kuliah.
Walaupun, di semester pertama, saya nyaris keluar. Karena nggak punya uang buat biaya satu semester yang jumlahnya satu juta lebih. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah semuanya bisa terbayar.
***
Di awal-awal kuliah, muslimah kelahiran tahun 90 ini memang benar-benar melakukan hal yang bisa dianggap impossible. Tanpa uang memadai, ia bertekad kuat bisa masuk kuliah.
Ketika berangkat kuliah, sang ibu hanya memberikan ongkos ke Ming Ming secukupnya. Artinya, cuma ala kadarnya. Setelah dihitung-hitung, ongkos hanya cukup untuk pergi saja. Itu pun ada satu angkot yang tidak masuk hitungan alias harus jalan kaki. Sementara pulang, ia harus memutar otak supaya bisa sampai ke rumah. Dan itu ia lakukan setiap hari.
Sebagai gambaran, jarak antara kampus dan rumah harus ditempuh Ming Ming dengan naik empat kali angkot. Setiap angkot rata-rata menarik tarif untuk jarak yang ditempuh Ming Ming sekitar 3 ribu rupiah. Kecuali satu angkot di antara empat angkot itu yang menarik tarif 5 ribu rupiah. Karena jarak tempuhnya memang maksimal. Jadi, yang mesti disiapkan Ming Ming untuk sekali naik sekitar 14 ribu rupiah.
Di antara trik Ming Ming adalah ia pulang dari kuliah dengan berjalan kaki sejauh yang ia kuat. Sambil berjalan pulang itulah, Ming Ming mengeluarkan karung yang sudah ia siapkan. Sepanjang jalan dari Pamulang menuju Serpong, ia melepas status kemahasiswaannya dan kembali menjadi pemulung.
Jadi, jangankan kebayang untuk jajan, makan siang, dan nongkrong seperti mahasiswa kebanyakan; bisa sampai ke rumah saja bingungnya bukan main.
Sekarang apa Ming Ming masih pulang pergi dari kampus ke rumah dan menjadi pemulung sepulang kuliah ?
Saat ini, alhamdulillah, saya dan teman-teman UKM Muslim (Unit Kegiatan Mahasiswa Muslim) sudah membuat unit bisnis. Di antaranya, toko muslim. Dan saya dipercayakan teman-teman sebagai penjaga toko.
Seminggu sekali saya baru pulang. Kalau dihitung-hitung, penghasilannya hampir sama.
Jadi Ming Ming tidak jadi pemulung lagi ?
Tetap jadi pemulung. Kalau saya pulang ke rumah, saya tetap memanfaatkan perjalanan pulang dengan mencari barang bekas. Bahkan, saya ingin sekali mengembangkan bisnis pemulung keluarga menjadi tingkatan yang lebih tinggi. Yaitu, menjadi bisnis daur ulang. Dan ini memang butuh modal lumayan besar.
Cita-cita Ming Ming ?
Saya ingin menjadi da’i di jalan Allah. Dalam artian, dakwah yang lebih luas. Bukan hanya ngisi ceramah, tapi ingin mengembangkan potensi yang saya punya untuk berjuang di jalan Allah. (MN) [Sumber : Era Muslim]
Naahhh…
Bagaimana dengan kita ?
Masihkah kita mengeluh dan tidak bersyukur dengan tidak memaksimalkan potensi yang ada pada diri ?!

TIPSmart MARKETING HANDAL

Marketing-Tips


Marketing, mungkin ketika Anda membaca ataupun mendengar kata ini langsung terbayang dipikiran bahwa Marketing itu adalahsalesman dan ,saleswoman, yang sering Anda lihat dimana pun yang menawarkan produk barang maupun pun jasa dari berbagai macam perusahaan. Marketing adalah ujung tombak yang menjadikan suatu perusahaan akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Marketing mempunyai tugas utama, yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan yang mempunyai target pasar sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan tersebut.
Banyak yang mengatakan bahwa apabila Anda pernah kerja sebagai Marketing disuatu perusahaan, maka Anda akan memiliki lebih besar jiwa semangat juang dalam menghadapi kerasnya kehidupan didunia ini. Marketing saat ini sesungguhnya sudah mulai gencar didunia online, oleh karena itu disebut sebagai Marketing Online. Akan tetapi, prinsip dasarnya pun sama yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan dengan target yang telah ditentukan. Berikut beberapa tips untuk menjadi seorang Marketing handal:
Kenali market Anda. Pada segmen apa Anda ingin memasarkan produk atau jasa tersebut, dan siapa saja yang menjadi sasaran jual Anda. Pastikan Anda menjual produk atau jasa pada orang yang tepat.
Have a good appearance. Anda tidak pernah tahu dimana dan kapan Anda akan bertemu dengan calon client Anda. Kesan pertama akan terlihat dari penampilan Anda. Berikanlah kesan baik dan meyakinkan ketika target melihat Anda, karena dengan penampilan Anda yang nampak rapih dan meyakinkan maka target Anda akan menilai bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik.
Perluaslah koneksi atau kenalan Anda. Kembangkan sayap Anda, jangan hanya terbatas lingkup kecil saja. Perluas wawasan Anda untuk memasuki dunia yang belum pernah Anda tahu. Semakin banyak koneksi dan wawasan yang Anda miliki maka semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan client baru.
Kuasai produk atau jasa yang ditawarkan (product knowledge). Bagaimana mungkin Anda menawarkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada calon client tapi Anda belum menguasai secara penuh mengenai keunggulan, kekurangan, harga, kualitas, target konsumen atau client, dan hal lainnya.
Keluar dari comfort zoneJangan pernah merasa bahwa yang Anda raih saat ini sudah cukup memuaskan. Anda bekerja dengan target, jika Anda bisa untuk mendapatkan yang lebih maka tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti. Beranikan diri Anda untuk melangkah keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan tantangan baru, misalnya mendapatkan client dari kalangan yang pernah Anda masuki sebelumnya. Hal ini akan menuntut Anda untuk memiliki kemampuan kecepatan beradaptasi.
Ciptakan antusiasme dalam diri Anda. Menciptakan antusiasme dibutuhkan usaha dan kerja keras, intensionalitas, dan tindakan. Antusiasme adalah tindakan atau aksi bukan hanya sebuah cita-cita. Maka berusahalah untuk mewujudkan apa yang sudah Anda cita-citakan.
Catat testimonialClient Anda merasa puas dengan produk atau jasa yang Anda jual, catat testimoni dari mereka. Sebuah testimoni sangat berarti sebagai bukti keunggulan produk Anda. Mereka mungkin akan mengatakan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Anda.
Bergulat dengan kenyataan. Dunia Marketing adalah dunia yang penuh dengan persaingan dalam hal apa pun, oleh karena itu Anda harus memiliki mental yang sangat kuat. Penawaran yang Anda ajukan tidak selalu dapat diterima oleh client. Penolakan merupakan hal yang sudah wajar dalam dunia Marketing, maka dibutuhkan kesabaran dan ketahanan mental yang ekstra. Tetap konsisten dalam berbisnis dan pantang menyerah adalah kunci kesuksesan Anda.
Persiapkan dan Kuasai Senjata. Diera modern dan makin canggih ini, Tools penunjang kegiatan bisnis kita sangat menentukan. Untuk itu kita dituntut untuk bisa memiliki dan menguasai ‘perangkat tempur’ tsb. Salah satunya adalah BLACKBERRY. ‘Senjata’ ini mutlak disarankan tuk dimiliki dan dikuasai cara SMART penggunaanya. Saat ini sudah banyak perangkat ini tersebar dengan harga yang sangat terjangkau, begitu juga dengan training-training tentang cara Optimalisasi Fungsi BB For Bisnis.

4 Kaya 5 Sempurna jadi #Muslimiliardermawan

Kaya


Ssssttt…Ternyata 5 Rukun Islam itu mengharuskan kita tuk berUANG (Kaya) dan menjadi #Muslimiliardermawan Lho…
Gak Percaya ?
Nihhh… #UKMu jelaskan…
1. SYAHADAT, emang sih cuman diucapkan dilisan & hati. Tapi Faktanya tidak sedikit Uang yang dibutuhkan tuk mempertahankan Syahadat kita, Terbukti Banyak yg Syahadatnya goyah krn sebungkus mie. Bahkan seorang Mualaf dimasukkan dalam salah satu golongan yg berhak tuk disantuni.
2. SHOLAT, emang sih ritualnya gak pake UANG. Tapi sarana prasarananya (Pakaian, Mukena, Sejadah bahkan Masjid) emangnya bisa disulap ?! Semuanya butuh uang tidak sedikit tuk memilikinya. Bahkan konon dulu ada seorang Sahabat yg ditegur Nabi Muhammad karena selalu terlambat sholat Jamaah di Masjid. Setelah ditanya Kenapa sering terlambat ? Karena dia menunggu tukeran pakaian sholat dgn istrinya yg sholat dirumah, sebab terbatasnya pakaian yg dimiliki akibat kemiskinan hidupnya.
3. PUASA, emang sih pas puasanya gak pake uang seperakpun. Tapi menu sahur & berbukanya, emangnya bisa turun dari langit seperti dalam kisah Nabi Musa ?! Bahkan banyak diantara kita yg berprinsip “belum afdhol” Berpuasa kalau gak ada acara berbuka bersama direstoran ternama yg terkenal mahal harga makanannya.
4. ZAKAT (Infaq, Sedekah & Wakaf) , naahhh…klo Ibadah ini mutlak harus berUANG. Kan SENYUM adalah SEDEKAHdan Senyum gak Perlu Pake Uang ? Ayooolaahhh….kawannn… Hari gini masih berprinsip SEBATASenyum dalam Bersedakah ? Emangnya SENYUM bisa buat bantu biaya Mereka Tuk Sekolah ? Kalau ada SEKOLAH yang bisa dibayar dgn SENYUManismu maka Kepseknya layak tuk jadi Presiden Indonesia. Lagian tuk bisa PD ngasih SENYUManis kan perlu unjuk gigi dan gosok gigi yang tentunya butuh SIKAT GIGI & ODOL, Ayooo…Siapa yg gosok giginya masih pake Arang Sate…? hehehe…
5. BERHAJI, sebetulnya & sejujurnya Ibadah Haji = dengan Sholat dimana ritualnya gak perlu pake DOku seperakpun, cukup hafal DOa2nya & mantapkan DOrongannya (Niat). Tapi, karena kita tinggal nunnnn jauuuuhhh disini, maka gak sedikit Dana yg dibutuhkan tuk menuju kesana ke tanah tak berNOda, Baitullah.
Jadi, dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Allah SWT lewat ajarannya ISLAM dan melalui kekasih-Nya Nabi Muhammad SAW menginginkan bahkan mengHARUSkan hamba-hamba-Nya yg beriman itu jadi KAYA. Tau Kenapa ?
1. AGAR kita bisa jaga kehormatan & tidak dipandang hina binti diremehin orang lain,
2. AGAR kita bisa membantu & membela agama, bangsa, dan orang-orang yg dicintai
3. AGAR kita bisa mengHAJIkan orang lain,
4. AGAR kita bisa menggapai AKHIRAT dgn mudah, karena bisa meletakkan DUNIA dibawah kaki kita dgn menjadi #Muslimiliardermawan, sebab hanya orang MISKIN yang silau dan terpukau dengan kemilau dunia.
5. AGAR kekayaan yang ada didunia ini berada & dimanfaatkan oleh orang-orang yg BERIMAN kepadanya….
dan lain sebagainya…
Karena sebaik-baiknya KEKAYAAN itu bersumber dari yang Baik, Dihasilkan dgn cara yang Baik, dikelola dgn cara yang baik ditangan orang-orang yang Baik.
So, masih berprinsip biar MISKIN asal BAHAGIA ?
Yuuukkk…kita ngaca & bertanya : Masih layakkah kita mengaku BERIMAN kepada-Nya yg jadikan BAHAGIA alasan tuk MISKIN ? Atau memang kita bukan orang BAIK yang tidak Baik berada diposisi yang TERBAIK ?!!
Kenapa kita gak berprinsip biar KAYA asal BAHAGIA karena BISA BAHAGIAKAN orang lain ?
Karena, Lewat 5 Rukun Islam diatas (seakan) Allah SWT telah menTAKDIRkan dan memerintahkan kita untuk KAYA.
Lalu kenapa kita MISKIN ? itu bukan Takdir dari-Nya tapi PILIHAN kita !
So, Let’s be @ MAN !! (Muslimiliardermawan)

 

Copyright @ 2013 POSITIVE THINKING.